Apa itu Onderstel/Ondersteel?

Berasal dari bahasa Belanda yang mumpunya arti sebenarnya adalah chassis (casis). Melainkan di Indonesia onderstel lebih umum adalah bagian bawah atau kaki-kaki pada mobil.
Onderstel terbagi menjadi sebagai berikut:

Tierod
Biasa disebut Tierod End, Outer Tierod (tierod luar)
Long Tierod
Biasa disebut Rack end, Inner Tierod (tierod dalam)
Balljoint
Terdapat Upper Balljoint (balljoint atas) dan Lower Balljoint (balljoint bawah)
Link stabilizer
Biasa disebut tierod link
Lower Control Arm
Biasa disebut arm bawah. Arm bawah biasa terdapat bosh arm (karet arm). Dimana bunyi atau masalah pada mobil sering kali dikarenakan oleh bagian ini.
Upper Control Arm
Biasa disebut arm atas. Sama seperti arm bawah, terdapat bosh arm, dimana kerusakan juga sering terjadi pada karet bosh arm.
Rack pinion
Ini termasuk dalam power steering. Dimana pada umumnya orang bilang kalau power steering ada kebocoron, terdapat pada seal rack pinion.
Wheel Bearing
Biasa disebut Laker roda. Terdapat disetiap roda (terdapat 4 wheel bearing )
Shock Absorber
Biasa disebut shock beker. Terdapat Shock Absorber Mount atau biasa disebut pangkon shock beker.

Tanda-tanda kerusakan pada orderstel pada umumnya:

Tidak stabil saat berkendara
Handling yang berkurang
Mobil cenderung narik (kekiri atau kekanan)
Adanya bunyi-bunyi aneh pada mobil
Naikan (suspensi) mobil kerasa lebih keras
Terdapat bunyi gemuruh saat berkendara
Spooring

Juga biasa disebut Wheel Alignment. Yang bertujuan untuk menyetelan sudut-sudut atau derajat posisi roda. Terdapat 3 sudut, yaitu:

Camber : Kemiringan roda bagian atas kearah dalam/ luar terhadap garis sumbu vertikal jika kendaraan kita lihat dari depan. Salah satu faktor utama keausan ban yang tidak merata
Caster : Kemiringan steering axis bagian atas kearah depan atau belakang terhadap garis sumbu vertikal bila dipandang dari samping kendaraan.
Toe : perbedaan antara jarak bagian depan dan jarak bagian belakang roda kanan dan kiri bila kendaraan dilihat dari atas. Salah satu faktor utama nariknya (kekiri atau kekanan) mobil saat berkendara.
Tanda-tanda dan kapan saat membutuhkan Spooring (wheel alignment):

Mobil baru, pada saat 5000km
Terlihat keausan ban yang tidak merata
Terasa tarikan (kekiri atau kekanan) disaat berkendara
Terjadi bunyi-bunyi
Pada saat pengantian ban (50.000km)
Pada saat pengantian atau reparasi spare part (terutama understel)